Banjir Kembali Landa 9 dari 13 Kabupaten 1 Kota di Kalimantan Tengah, Sudah Ketiga Kalinya di 2022, Ada Apa?

- 19 Oktober 2022, 10:00 WIB
Penyaluran logistik korban banjir di Kelurahan Nanga Bulik, Kalimantan Tengah
Penyaluran logistik korban banjir di Kelurahan Nanga Bulik, Kalimantan Tengah /Instagram @bpbdkabupatenlamandau

PORTAL KALTENG -  Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah kembali tertimpa musibah banjir akibat meluapnya sungai yang ada di wilayah setempat.

Hujan dengan intensitas tinggi di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah membuat naiknya debit air sungai di beberapa daerah dan menyebabkan bencana banjir.

Akbatnya 9 wilayah terdampak yang membuat pemerintah provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat banjir pada 17 Oktober 2022.

Baca Juga: Presiden Ukraina Puji Kinerja Sistem Anti Serangan Udara IRIS T Jerman yang Tangkis Serangan Rusia

“Total wilayah yang terdampak 35 kecamatan, 184 desa/kelurahan, 16.424 kepala keluarga, 47.136 jiwa, dan pengungsi 61 kepala keluarga, dan 235 jiwa,” ungkap wakil gubernur Kalteng.

Data jumlah wilayah dan kk yang terdampak ini dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran BPK PK Kalimantan Tengah per tanggal 17 Oktober 2022.

“Kabupaten yang sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir sebanyak enam kabupaten yaitu Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Sedangkan Seruyan dalam proses penetapan perpanjangan status tanggap darurat,” lanjut H. Edy Pratowo.

Baca Juga: KARA Comeback untuk Merayakan Hari Debut Ke-15! Penggemr Tak Sabar Menantikan, Catat Jadwal Rilisnya

Wagub Kalteng Edy Pratowo menyatakan banjir pada Oktober ini merupakan banjir yang ketiga kalinya dalam tahun 2022 ini, sebelumnya banjir terjadi pada Agustus dan September lalu.

Sedangkan Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan pada Senin 17 Oktober 2022 jika kondisi yang dihadapi Kalimantan Tengah saat ini harus segera ditangani. 

”Banjir melanda di saat pandemi COVID-19 belum berakhir, inflasi menghantam sendi kehidupan dibarengi kenaikan harga BBM, semuanya harus kita hadapi dan ditangani simultan secara bersamaan,” ungkap Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Baca Juga: Lee Sang Yeob dan Kim So Hye Dikonfrimasi Bintangi Drama ‘Pure Boxer’

Selain itu Sugianto Sabran juga menyampaikan agar pemerintah kabupaten/kota tanggap akan musibah di wilayahnya masing-masing.

“Jangan menunggu warga kelaparan baru salurkan bantuan, stok menipis ajukan permohonan ke provinsi, dan gunakan dana BTT dalam penanganan bencana." ungkapnya.

"Tidak kalah pentingnya sinergitas Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota dalam penanganan masalah kesehatan saat banjir, hingga pasca banjir,” tegasnya.***

 

Editor: Patriano Jaya Maleh

Sumber: MMC Kalteng


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x